News

Gila, Amerika Naikkan Dana Keamanan Korsel Hingga 5 Miliar Dollar

VIVA – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) tengah dipusingkan dengan kenaikan dana keamanan yang dibuat Amerika Serikat (AS). Padahal, Korsel sangat membutuhkan bantuan pasukan Angkatan Bersenjata Amerika (US Armed Force), seiring ketegangan dengan Korea Utara yang semakin memanas.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Yonhap News, negosiasi terkait masalah dana keamanan Korea Selatan masih berlangsung. Seorang pejabat senior Amerika yang tak disebutkan namanya, menegaskan bahwa Korea Selatan harus meningkatkan kontribusi terhadap pemeliharaan pasukan Amerika di Seoul.

Pejabat itu juga kabarnya mengatakan, Amerika siap untuk melanjutkan kemitraan militer andai tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan. 

Sementara itu, menurut laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari Wall Street Journal, Departemen Pertahanan Amerika (US Departement of Defense) mendesak Gedung Putih untuk mengurangi jumlah pasukan di sejumlah negara di dunia.

VIVA Militer: Armada militer Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel)

Hal ini dilakukan Departemen Pertahanan, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika dengan China dan Rusia. Di sisi lain, penarikan pasukan juga jadi opsi lantaran Presiden Amerika, Donald Trump, sering mengeluh tentang dana keamanan dari sejumlah negara. Oleh sebab itu, Trump lebih ingin membawa pulang pasukannya.

Akan tetapi di sisi lain, ada anggapan Trump justru memanfaatkan situasi ketegangan yang dialami negara-negara di mana pasukan Amerika ditempatkan. Contohnya, Korsel dengan Korea Utara (Korut), Jepang dengan China, dan beberapa negara lain.

Awal bulan lalu, Trump sudah menyepakati penarikan hampir 34.500 personel militer Amerika dari Jerman. Penarikan pasukan dilakukan Amerika, lantaran Jerman tak bersedia membayar dana keamanan yang dipasang. Ternyata, hal ini membuat Korsel khawatir.

VIVA Militer: Pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel)

Jika Yonhap News menyebut bahwa negosiasi masih berjalan, dalam laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari Stars and Stripes justru membeberkan bahwa Amerika dan Korsel gagal mencapai kesepakatan soal dana keamanan. 

Pasalnya, pemerintah Korsel enggan membayar dana sebesar US$5 miliar, atau setara dengan Rp73,9 triliun per tahun, jumlah yang dinaikkan Amerika lima kali lipat. Sementara itu, pemerintah Korsel hanya mau membayar US$200 juta, atau senilai dengan Rp2,9 triliun.

BACA: Amerika Kirim 2 Pesawat Pembom, China Uji Coba Rudal Helikopter

BACA: Jenderal TNI Andika Akhirnya Datangi Rumah Sang Panglima Klengkeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.